Your browser does not support JavaScript!
Jenis-Jenis Vaksinasi Sesuai Usia yang Disarankan oleh WHO dan IDAI

Jenis-Jenis Vaksinasi Sesuai Usia yang Disarankan oleh WHO dan IDAI

20 November 2020

Jenis-jenis Vaksinasi Yang Disarankan oleh WHO dan IDAI

Vaksinasi adalah salah satu hal terpenting yang dapat kita lakukan untuk melindungi diri dan keluarga dari penyakit tertentu. Berdasarkan data WHO (World Health Organization), vaksinasi terbukti dapat mencegah hingga 3 juta kematian di seluruh dunia setiap tahunnya. Sejak adanya vaksin, kasus penyebaran penyakit, seperti cacar, polio, tetanus, campak, dan difteri menurun.

Oleh sebab itu, WHO dan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menyarankan masyarakat untuk melakukan vaksinasi sesuai jadwal. WHO dan IDAI memberikan rekomendasi vaksinasi sesuai kelompok umur.

Jenis Vaksinasi Sesuai Umur Anak

Jenis-jenis vaksin yang tersedia disarankan diberikan sesuai tingkat usia. Lalu, apa saja jenis vaksinasi sesuai umur yang direkomendasikan WHO dan IDAI? Berikut daftarnya.

  1. Jenis vaksinasi untuk anak baru lahir sampai usia < 1 tahun
    Berdasarkan Permenkes No. 12 Tahun 2017, terdapat beberapa jenis vaksinasi yang wajib diberikan untuk bayi baru lahir sampai sebelum berusia 1 tahun:
    • Hepatitis B (usia 12 jam setelah lahir, diberikan lagi pada usia 2, 3, 4 bulan bersamaan dengan DPT dan HIB)
    • Vaksin Polio (diberikan sebanyak 4 kali, pada usia bayi 0, 2, 3, 4 bulan)
    • Vaksin BCG (diberikan sebelum usia bayi 3 bulan)
    • Vaksin Pentavalen merupakan vaksin kombinasi vaksin DPT, Hepatitis B dan vaksin HiB (Haemophilus Influenza Tipe B). Vaksin ini diberikan sebanyak 3 kali, pertama kali diberikan usia 2 bulan, dan pemberian berikutnya 4-8 minggu setelah pemberian pertama.
    • Vaksin Hexavalen (kombinasi DPT, Hib, Hepatitis B dan Polio) diberikan sebanyak 3 kali, pertama kali diberikan di usia 2 bulan dan selanjutnya diberikan dengan interval 4-8 minggu setelah penyuntikan.
    • Vaksin PCV atau Pneumococcal Vaccine (diberikan saat usia bayi 2,4, dan 6 bulan)
    • Vaksin Rotavirus Monovalen (diberikan 2 kali, dosis pertama diberikan saat usia 6-14 minggu. Dosis kedua diberikan minimal 4 minggu berikutnya. Batas akhir pemberian dosis kedua pada usia 24 minggu.
    • Vaksin Rotavirus Pentavalen diberikan sebanyak 3 kali. Dosis pertama diberikan pada usia 6-14 minggu, dosis kedua dan ketiga diberikan dengan interval 4-10 minggu. Batas akhir pemberian di usia 32 minggu.
    • Vaksinasi Influenza (diberikan saat bayi berumur 6 bulan dan diulang setiap satu tahun sekali)
    • Vaksin Campak (diberikan pada usia 9 bulan)
  2. Jenis vaksinasi untuk anak usia di atas 1 tahun
    Vaksinasi yang diberikan untuk anak usia di atas 1 tahun adalah vaksin pengulangan (booster). Beberapa vaksin yang diberikan juga harus sesuai kondisi dan kebutuhan anak.
    • Vaksin Varicella (diberikan setelah anak berusia 12 bulan)
    • Vaksin MMR (diberikan anak berusia 15 bulan dan 5 tahun)
    • Vaksin DPT, Hib, polio (diberikan di usia 18 bulan)
    • Vaksin DPT (diberikan di usia 5 tahun)
    • Vaksin Hepatitis A (diberikan saat anak berusia di atas 2 tahun, pemberian dilakukan sebanyak 2 kali, dengan interval 6-12 bulan kemudian)
    • Vaksin Tifoid (anak di atas usia usia 2 tahun, diulang setiap 3 tahun)
  3. Jenis vaksinasi untuk usia anak sekolah
    Jenis imunisasi dan vaksinasi berikut diberikan pada anak usia sekolah sebagai booster atau penguat dan pengulangan dari imunisasi saat bayi.
    Berdasarkan Peraturan Kementerian Kesehatan No 12 Tahun 2017, ditetapkan jadwal imunisasi lanjutan yang diperuntukan bagi anak usia sekolah ditetapkan sebagai berikut:

    • Vaksin Diphtheria Tetanus/DT (diberikan saat anak memasuki usia sekolah kelas 1 SD)
    • Vaksin Campak
    • Vaksin Tetanus diphtheria/Td (diberikan saat anak memasuki usia sekolah kelas 2-3 SD)

    Selain jenis-jenis imunisasi di atas, terdapat jenis vaksinasi anak lainnya yang disarankan CDC (Center for Disease Control and Prevention) Amerika Serikat untuk diberikan, yakni:

    • Human Papillomavirus atau HPV (mulai diberikan saat anak berusia 10 tahun dan pemberian diulang 2 atau 3 kali) Meningitis (diberikan saat usia 11-12 tahun)
    • Vaksinasi Dengue (diberikan saat usia di atas 9 tahun yang pernah terkena DBD)
    • Vaksin Japanese Encephalitis (diberikan saat anak berusia di atas 1 tahun dan diulang 12 bulan kemudian. Pemberian bisa dilakukan jika menetap di daerah endemis atau turis yang akan bepergian ke daerah endemis)

Berbagai jenis vaksinasi di atas harus diketahui orang tua, sebab pemberian vaksin berguna untuk melindungi anak dari penyakit tertentu di masa yang akan datang. Lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak untuk mempertimbangkan sesuai kebutuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Lucy Amelia Sp.A, M.Kes

Sumber:

  • Health Direct (2017). Immunisation or vaccination - what's the difference?
  • IDAI (2017). Imunisasi - Jadwal Imunisasi
  • WHO (2020). Summary of WHO Position Papers - Recommended Routine Immunizations for Children
  • NHS UK (2019) Vaccinations - Why Vaccination is Safe and Important?