Your browser does not support JavaScript!

Sering Ditanyakan Orang Tua Seputar Imunisasi Anak

28 November 2020

1

Dok, benar nggak kalau imunisasi dapat menyebabkan balita cacat dan meninggal dunia?

Jawaban: Tidak benar. Imunisasi adalah proses memberikan kekebalan tubuh dengan 2 cara yaitu aktif dan pasif. Imunisasi aktif atau yang sering disebut vaksinasi dengan memberikan virus atau bakteri yang dilemahkan untuk menimbulkan respon kekebalan tubuh yang spesifik. Justru dengan pemberian vaksin akan membuat tubuh memiliki sel memori sehingga bila terpapar virus/bakteri yang telah diberikan sebelumnya akan menimbulkan kekebalan tubuh dan mencegah timbulnya penyakit menular yang dapat membahayakan.


2

Adakah zat-zat berbahaya dalam Vaksin yang dapat merusak otak?

Jawaban: Masing-masing vaksin memiliki kandungan yang dibutuhkan agar dapat berfungsi secara optimal. Kandungan yang sering ditakutkan menimbulkan kerusakan ginjal dan autism adalah aluminium dan thimerosal. Aluminium (hidroksida) diperlukan sebagai adjuvant dalam dosis sangat kecil, berfungsi membantu memperkuat respon kekebalan tubuh karena aluminium dapat mempertahankan antigen tetap pada tempat suntikan serta mengaktifkan antigen presenting cell (APC). Serta aluminium yang berguna agar dosis imunisasi cukup dalam dosis 0,5 ml saja. Jumlah aluminium yang terdapat dalam vaksin sangat sedikit dan tidak menimbulkan efek samping. Thimerosal adalah senyawa merkuri organic dan digunakan sebagai pengawet vaksin selain itu dapat membunuh bakteri dan jamur. Zat ini digunakan di kemasan vaksin multidosis untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Thimerosal tidak terakumulasi dalam tubuh dan dikeluarkan melalui urin.


3

Seberapa penting sih vaksinasi itu?

Jawaban: Vaksinasi sangat penting karena dapat mencegah komplikasi penyakit menular bahkan kematian.


4

Bisakah vaksinasi digantikan dengan ASI, gizi, atau suplemen herbal?

Jawaban: Nutrisi yang baik dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh . ASI merupakan nutrisi terbaik bagi bayi karena memiliki komposisi yang sesuai serta antibodi immunoglobulin Ig A yang dapat menjaga kekebalan tubuh namun tidak bersifat spesifik terhadap penyakit tertentu.


5

Apakah dengan melakukan vaksinasi, maka seseorang dapat terbebas dari segala jenis penyakit?

Jawaban: Pemberian vaksin dengan jumlah tertentu akan memberikan kekebalan spesifik sesuai dengan jenis vaksin yang diberikan.


6

Bagaimana cara mengetahui vaksin palsu?

Jawaban: Vaksin palsu agak sulit dibedakan dengan asli sehingga disarankan agar orangtua mendapatkan vaksin yang terjamin keasliannya di rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang memiliki izin.


7

Apa yang harus dilakukan orangtua kalau bayi dan anak mendapat vaksin palsu?

Jawaban: Apabila anak mendapatkan vaksin palsu maka disarankan membawa anak ke rs untuk mendapatkan vaksin yang sesuai dan dipantau adakah efek samping setelah penyuntikan vaksin palsu tersebut.


8

Bolehkah menerima suntikan beberapa vaksin dalam satu waktu? Jika tidak, jenis vaksin apa yang tidak boleh disuntikan bersamaan?

Jawaban: Pemberian vaksin tertentu dapat diberikan bersamaan asalkan bukan vaksin hidup yang diberikan dengan jalur bersamaan. Contoh pemberian campak tidak dapat dilakukan bersamaan dengan varicella (cacar air).


9

Adakah efek samping vaksinasi?

Jawaban: Tiap vaksin memiliki efek samping tertentu seperti demam, diare, reaksi kemerahan dan bengkak pada tempat penyuntikan bahkan dapat terjadi renjatan.


10

Bagaimana jika jadwal vaksin anak tidak lengkap dan tidak beraturan?

Jawaban: Jika jadwal vaksin anak tidak lengkap, Bunda bisa segera konsultasikan kepada dokter anak agar dapat diatur jadwal imunisasi.



Narasumber:
dr. Lucy Amelia Sp.A, M.Kes
https://www.instagram.com/sisieamelia