Skip to main
vaksin-polio

Vaksinasi Polio

Deskripsi Singkat

Poliomileitis merupakan penyakit kelumpuhan akut yang disebabkan oleh virus polio. Pencegahan poliomielitis dapat dilakukan utamanya dengan vaksinasi. Terdapat 2 jenis vaksin polio. Pertama, diberikan dengan cara ditetes yang disebut OPV (Oral Polio Vaccine). Kedua, diberikan dengan cara disuntik yang disebut IPV (Inactivated Polio Vaccine)

Jadwal Imunisasi
  • Pemberian sebanyak 4x.3
  • Jadwal pemberian vaksin Polio adalah 0 bulan (baru lahir), 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.3
Jika Lewat Dari Jadwal

Bisa dilakukan vaksinasi dengan jadwal susulan dengan melakukan konsultasi ke dokter terlebih dahulu.3

Manfaat

Pencegahan terhadap penyakit Poliomielitis3

Syarat Boleh Vaksin
  • Anak dalam keadaan sehat2
  • Tidak sedang mengalami gejala apapun (demam, batuk, pilek)
  • Tidak ada kontraindikasi
Kontraindikasi
  • Infeksi HIV atau kontak HIV serumah2
  • Imunodefisiensi atau ada kondisi tertentu yang menyebabkan daya tahan tubuh rendah
  • Penghuni satu rumah ada yang mengalami imunodefisiensi (khusus untuk OPV)
  • Reaksi anafilaksis (alergi berat) terhadap obat neomisin, streptomisin, atau polimiksin B. Jika ada riwayat reaksi alergi berat setelah konsumsi obat, namun tidak ingat nama obatnya maka perlu konsultasi terlebih dahulu ke dokter spesialis anak (khusus untuk IPV).
Efek Samping (KIPI)

Vaccine associated polio paralysis (VAPP) pada 1:3,3 juta dosis (khusus untuk OPV)2

Sumber:
  1. Soedarmo SSP, Garna H, Hadinegoro ARS, Satari HI. Buku Ajar Infeksi & Pediatri Tropis, Edisi Kedua. Ikatan Dokter Anak Indonesia: 2012
  2. Kapita Selekta Kedokteran Edisi 4, Jakarta: Media Aesculapius, 2014
  3. Jadwal Imunisasi Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Tahun 2017. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017