Skip to main

Jenis Penyakit

Maloklusi adalah kondisi di mana posisi atau susunan gigi berantakan hingga yang mana hal ini dapat memengaruhi fungsi gigitan, bicara, dan estetika wajah seseorang.

Jika tidak mendapatkan perawatan yang sesuai, maloklusi bisa menyebabkan kesulitan dalam berbicara, menggigit, dan mengunyah makanan. Bahkan, membuat gigi rentan mengalami kerusakan serius karena tumpukan dan ketidakaturan gigi sulit untuk dibersihkan.

Nekrosis pulpa adalah kondisi patologis pada pulpa gigi, yaitu jaringan lunak di dalam gigi yang mengandung pembuluh darah dan saraf. Nekrosis pulpa terjadi ketika pasokan darah ke pulpa terganggu, mengakibatkan kematian sel-sel jaringan. Gejala umumnya meliputi nyeri gigi yang parah, sensitivitas terhadap panas atau dingin, serta pembengkakan di sekitar gigi terinfeksi.

Kondisi ini memerlukan perawatan segera, yaitu dengan melakukan perawatan saluran akar. Jika tidak diobati, nekrosis pulpa dapat menyebabkan abses gigi dan masalah kesehatan gigi yang lebih serius.

Pulpitis adalah kondisi peradangan pada pulpa gigi, bagian dalam yang mengandung saraf dan pembuluh darah. Umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri yang menembus melalui email gigi yang rusak atau berlubang. Gejala pulpitis dapat mencakup nyeri gigi yang tajam dan sensitivitas terhadap suhu ekstrem.

Pulpitis dapat dibagi menjadi dua jenis utama: reversible dan irreversible. Pulpitis reversible masih dapat diatasi dan pulpa dapat pulih dengan perawatan yang tepat, sementara pulpitis irreversible mengharuskan tindakan perawatan saluran akar atau pencabutan gigi.

Karies gigi adalah masalah kesehatan gigi umum yang disebabkan oleh proses pengikisan dari asam yang diproduksi oleh bakteri di dalam mulut. Gigi yang terkena karies mengalami pelunakan dan pembusukan pada lapisan emailnya, membentuk lubang yang dapat menjadi masalah serius jika tidak diatasi.

Karies gigi dapat menyebabkan rasa sakit, sensitivitas gigi, bahkan infeksi dan kerusakan permanen jika tidak ditangani dengan baik. Anda dapat mencegah karies dengan selalu menjaga kebersihan gigi dan rutin melakukan pemeriksaan ke dokter gigi.

Malposisi gigi adalah kondisi di mana gigi tidak berada dalam posisi yang ideal di dalam rahang. Hal ini dapat mengakibatkan berbagai masalah seperti, gigi yang bertumpuk, gigi yang terlalu rapat, atau gigi yang terlalu longgar.

Kondisi ini tidak hanya memengaruhi penampilan seseorang, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan mulut secara keseluruhan. Perawatan ortodontik, seperti pemakaian kawat gigi atau alat-alat penataan gigi lainnya, diperlukan untuk memperbaiki malposisi gigi.

Radang tenggorokan adalah kondisi peradangan pada bagian tenggorokan yang kerap disertai dengan rasa sakit, kesulitan menelan, dan kadang demam. Penyebab umumnya adalah infeksi virus atau bakteri.

Batuk merupakan reaksi alami tubuh untuk mengusir kuman, virus, partikel debu, atau bahan iritatif, dari saluran pernapasan. Meskipun berfungsi sebagai respons pertahanan, batuk seringkali menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu.

Gejala batuk biasanya disertai dengan pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, mengi, atau sesak napas. Durasi batuk dapat bervariasi, mulai dari kurang dari 3 minggu hingga lebih dari 8 minggu, tergantung pada penyebab batuk itu sendiri.

Diare adalah kondisi medis yang ditandai oleh buang air besar yang sering dan cair. Umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau parasit yang mengganggu saluran pencernaan. Diare dapat disebabkan oleh konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi, serta stres atau reaksi terhadap obat-obatan.

Meski biasanya bersifat ringan, diare yang berkepanjangan perlu perhatian medis untuk mencegah dehidrasi dan komplikasi serius.

Asma adalah gangguan pernapas kronis yang ditandai oleh peradangan pada saluran udara hingga menyebabkan penderitanya kesulitan bernapas. Penderita asma sering mengalami serangan yang melibatkan sesak napas, dada berat, batuk, dan mengi. Ada berbagai faktor yang menjadi penyebab timbulnya asma, seperti faktor genetik dan lingkungan (paparan asap rokok, polusi udara, atau alergen dapat memicu serangan)

Selama serangan asma, otot-otot di sekitar saluran udara menjadi lebih reaktif, menyebabkan penyempitan dan produksi lendir yang berlebihan.

Sinusitis adalah kondisi medis yang umum terjadi, di mana saluran sinus di wajah mengalami peradangan. Sinusitis seringkali disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau alergi. Gejala umum sinusitis di antaranya, hidung tersumbat, nyeri wajah, tekanan di area sinus, dan keluarnya lendir.

Ada dua jenis utama sinusitis: akut dan kronis. Sinusitis akut biasanya berlangsung kurang dari 4 minggu dan umumnya terkait dengan infeksi saluran pernapasan atas, sementara sinusitis kronis dapat berlangsung lebih dari 12 minggu, bahkan bertahun-tahun.

Abses gigi adalah kondisi serius yang terjadi ketika infeksi bakteri menumpuk di sekitar akar gigi atau gusi. Infeksi ini bisa muncul akibat gigi berlubang yang tidak diobati atau peradangan gusi yang tidak ditangani. Gejalanya meliputi nyeri hebat, pembengkakan, dan bahkan demam. Abses gigi dapat menyebar ke jaringan sekitarnya, menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi menyebar ke tulang rahang.

Meski begitu, abses gigi merupakan masalah kesehatan gigi yang dapat diobati dengan drainase abses, perawatan saluran akar gigi, cabut gigi, dan penggunaan obat antibiotik.

Gingivitis adalah peradangan gusi yang umumnya disebabkan oleh penumpukan plak bakteri di sekitar gigi. Kondisi ini seringkali muncul karena kebersihan gigi yang buruk, hingga menyebabkan gusi merah, bengkak, dan berdarah saat sikat gigi atau menggunakan benang gigi.

Selain karena kebersihan gigi yang buruk, gingivitis juga dapat terjadi akibat beberapa faktor, seperti merokok, perubahan hormonal, usia, gigi bengkok yang sulit dibersihkan, usia yang lebih tua, dan tidak mendapatkan cukup vitamin C.

Meskipun gingivitis umumnya dapat diatasi dengan menjaga kebersihan mulut yang baik, jika dibiarkan tanpa perawatan, gingivitis bisa berkembang menjadi penyakit gusi yang lebih serius seperti periodontitis.

Gigi sensitif adalah kondisi dimana seseorang mengalami ketidaknyamanan atau rasa sakit pada gigi ketika terpapar dengan rangsangan tertentu, seperti makanan atau minuman dingin, panas, asam, atau bahkan udara dingin. Sensitivitas gigi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penipisan enamel gigi yang melindungi lapisan sensitif di dalamnya, retak pada gigi, atau penyakit gusi yang dapat mengakibatkan terbukanya akar gigi.

Untuk mengatasi gigi sensitif, perawatan gigi yang baik sangat penting dilakukan. Penggunaan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif, hindari makanan atau minuman yang dapat memicu sensitivitas, dan perawatan rutin ke dokter gigi dapat membantu mengurangi gejala serta meningkatkan kesehatan gigi secara keseluruhan.

Erosi gigi adalah kerusakan enamel gigi akibat asam yang merusak struktur gigi. Asam dapat berasal dari makanan, minuman, atau asam lambung. Erosi gigi dapat menyebabkan sensitivitas, warna gigi yang berubah, serta meningkatkan risiko kerusakan gigi. Enamel yang terkikis tidak dapat pulih, sehingga pencegahan sangat penting dilakukan.

Anda bisa mencegah erosi gigi dengan menghindari konsumsi makanan asam, menggunakan sedotan untuk minuman asam, dan mempertahankan kebersihan gigi secara keseluruhan. Tak hanya itu, kunjungan rutin ke dokter gigi juga dapat membantu mendeteksi dini erosi gigi dan menerapkan langkah-langkah perlindungan gigi yang tepat.

Kista gigi adalah kantong berisi cairan yang dapat muncul di sekitar akar gigi. Kista gigi dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau trauma pada gigi. Pada awalnya, kista gigi tidak menimbulkan gejala, namun seiring berjalannya waktu, kista gigi dapat menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit.

Bahkan jika tidak diobati, kista gigi dapat merusak gigi dan jaringan di sekitarnya. Pemeriksaan rutin dan perawatan gigi yang baik dapat membantu mencegah perkembangan kista. Sedangkan untuk pengobatan kista gigi, dokter biasanya akan melakukan drainase kista dan perawatan akar gigi.

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah kondisi kronis di mana asam lambung naik ke kerongkongan hingga menyebabkan gejala seperti sensasi terbakar di dada (heartburn) dan makanan terasa seperti masuk kembali ke dalam mulut dan meninggalkan rasa asam atau pahit di tenggorokan.

GERD terjadi karena antara lambung dan kerongkongan (sfingter esofagus bawah) tidak berfungsi dengan baik hingga mengakibatkan naiknya isi lambung.

Maag atau gastritis, adalah peradangan pada lapisan lambung yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, stres, atau penggunaan obat tertentu. Gejala umumnya meliputi nyeri perut, mual, muntah, dan ketidaknyamanan. Jika tidak diobati, maag kronis dapat berkembang menjadi tukak lambung.

Flu atau influenza merupakan suatu kondisi penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang dapat menyerang area hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Flu seringkali muncul pada musim pancaroba. Fakta lainnya, flu dapat dengan mudah menular ke orang lain, terutama pada 3–4 hari awal setelah seseorang terinfeksi virus flu.

Penderita flu biasanya mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, batuk-batuk, dan sedikit kehilangan nafsu makan. Gejala influenza cenderung meningkat ke tingkat yang lebih parah selama 2 hingga 4 hari sebelum akhirnya masuk ke dalam pemulihan.

Infeksi kulit adalah masalah kesehatan pada kulit akibat bakteri, virus, jamur, atau parasit. Jika seseorang mengalami infeksi kulit, biasanya mereka akan merasakan gatal, kulit memerah, muncul ruam, perih atau panas pada kulit, dan beberapa kasus kulit mengalami pembengkakan pada area yang terinfeksi.

Apabila kamu mengalami infeksi kulit, penting untuk segera melakukan pengobatan. Sebab jika tidak, penyakit ini dapat menyebar ke area kulit lainnya.

Hipertensi (tekanan darah tinggi) terjadi ketika tekanan di pembuluh darah terlalu tinggi yaitu sekitar 140/90 mmHg atau lebih tinggi.

Kebanyakan penderita hipertensi tidak merasakan gejala apa pun. Namun jika tekanan darah terlampau sangat tinggi, biasanya penderita hipertensi akan merasakan sakit kepala, penglihatan kabur, nyeri dada, mual, kebingungan, dan gejala lainnya.

Gout atau yang dikenal sebagai asam urat adalah penyakit radang sendi yang terjadi akibat penumpukan kristal asam urat. Meski dapat terjadi di manapun, asam urat lebih sering terjadi di pergelangan kaki dan jempol kaki.

Saat masalah asam urat melanda, penderitanya akan mengalami gejala asam urat berupa bengkak, nyeri, dan rasa panas di area persendian.

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah penyakit yang menyerang bagian pernapasan. ISPA merupakan jenis penyakit yang mudah menular yang disebabkan oleh virus atau bakteri dan menyebar melalui tetesan udara saat batuk atau bersin. Penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja, tetapi anak-anak dan lansia lebih rentan mengalaminya.

Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin yang sehat untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Tanpa sel darah merah yang cukup, tubuh tidak akan mendapatkan energi yang cukup dan berdampak pada fungsi tubuh yang tidak optimal.

Ciri-ciri anemia bisa berbeda-beda pada tiap orang karena penyebab dan jenis anemia pun beragam. Namun, secara umum, gejala anemia dapat berupa pusing dan sakit kepala ringan, kulit pucat, kaki dan tangan dingin, serta detak jantung tidak teratur

Kolesterol adalah senyawa lemak yang penting untuk fungsi tubuh, namun kadar berlebih dapat menimbulkan risiko kesehatan. Terdapat dua jenis kolesterol: LDL (Low-Density Lipoprotein) yang dikenal sebagai "kolesterol jahat" karena dapat menyumbat pembuluh darah, dan HDL (High-Density Lipoprotein) yang disebut "kolesterol baik" karena membantu membersihkan kolesterol dari pembuluh darah.

Makanan tinggi lemak jenuh dan trans fat dapat meningkatkan kadar LDL, sementara pola makan sehat dengan serat, lemak tak jenuh, dan olahraga dapat menjaga keseimbangan kolesterol.

Tingkat kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Oleh karena itu, penting untuk menjaga pola hidup sehat untuk mencegah masalah kesehatan jangka panjang.

Diabetes adalah kondisi medis yang ditandai oleh tingginya kadar gula darah dalam tubuh akibat gangguan dalam produksi atau penggunaan insulin. Insulin adalah hormon yang diperlukan untuk mengubah gula menjadi energi. Diabetes dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 disebabkan oleh kekurangan insulin karena sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel penghasil insulin. Sementara itu, diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak menggunakan insulin dengan efisien.

Faktor risiko diabetes meliputi riwayat genetika, gaya hidup tidak sehat, dan obesitas. Apabila tidak diobati, diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan masalah mata.

Alergi adalah reaksi dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat asing, seperti serbuk sari, bulu hewan, atau makanan tertentu. Ketika seseorang alergi, tubuhnya melepaskan zat kimia, seperti histamin yang menyebabkan gejala seperti gatal, bersin, hidung tersumbat, atau bahkan reaksi serius seperti sesak napas. Untuk mendiagnosa suatu alergi, biasanya dokter akan melakukan prosedur tes kulit atau darah.

Demam tifoid adalah penyakit infeksi bakteri serius yang disebabkan oleh Salmonella Typhi. Bakteri ini menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi oleh tinja manusia yang terinfeksi.

Gejala utama demam tifoid dapat berupa, demam tinggi, sakit kepala, lelah, dan nyeri perut. Selain itu, beberapa penderita demam tifoid juga dapat mengalami gejala lain, seperti mual, muntah, diare, dan ruam yang kulit khas.

Bruxism adalah kebiasaan menggertakkan gigi secara tidak sadar, terutama saat tidur. Apabila kebiasaan ini tidak diatasi, bruxism dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan gigi dan mulut, seperti abrasi gigi, kerusakan enamel, dan bahkan masalah pada persendian rahang.

Bruxism sering kali terjadi karena faktor stres, kecemasan, atau maloklusi gigi. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka mengalami kondisi bruxism, namun bruxism dapat dikenali dengan gejala seperti nyeri rahang, dan kelelahan otot wajah.

Periodontitis adalah penyakit gusi yang serius dan umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri. Periodontitis terjadi akibat kondisi gingivitis atau radang gusi yang tidak diobati. Periodontitis ini melibatkan peradangan pada jaringan penyangga gigi, termasuk gusi dan tulang rahang.

Gejalanya periodontitis mencakup gusi berdarah, pembengkakan, dan perasaan tidak nyaman saat mengunyah. Jika dibiarkan tidak diobati, periodontitis dapat menyebabkan kerusakan permanen pada struktur pendukung gigi, bahkan kehilangan gigi.

Bau mulut yang tidak sedap dapat terjadi bukan hanya karena efek makanan yang kita konsumsi, melainkan bau mulut juga dapat menjadi pertanda adanya masalah kesehatan pada gigi dan mulut, seperti gigi berlubang, penyakit gusi, mulut kering akibat masalah medis, hingga adanya masalah pencernaan.

Untuk mengetahui penyebab bau mulut, penting untuk melakukan konsultasi ke dokter gigi

Gigi impaksi terjadi ketika gigi tidak dapat tumbuh dengan normal dan terhalang oleh jaringan gusi atau gigi lainnya. Kondisi ini umumnya terjadi pada gigi geraham bungsu atau molus yang muncul di bagian belakang rahang. Gigi impaksi dapat menyebabkan rasa sakit, pembengkakan, dan infeksi jika tidak diatasi.

Dalam beberapa kasus, tindakan bedah mungkin diperlukan untuk mengangkat gigi impaksi dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Pemantauan rutin oleh dokter gigi sangat penting untuk mendeteksi gigi impaksi secara dini.

Klinik Pintar Dermaga Raya

Jl. Dermaga Raya No.79, RT.4/RW.8, Klender, Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13470

NO. SIP

000/00.SIP.I/xxx-xxxx/0000

PENANGGUNG JAWAB

-

Klinik Pintar © 2024

Jadwalkan Button