Skip to main
  • Blog
  • Kenali 6 Jenis Gangguan Tumbuh Kembang pada Anak

Kenali 6 Jenis Gangguan Tumbuh Kembang pada Anak

Tag: Kesehatan

Setiap anak memiliki milestone atau tahap perkembangan yang berbeda. Kendati demikian, terdapat kondisi gangguan tumbuh kembang yang dapat mencakup perkembangan fisik, kognitif, bahasa, atau perilakunya.

Gangguan ini dapat memengaruhi kehidupan anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan bersosial. Berikut beberapa jenis gangguan tumbuh kembang anak yang perlu orangtua ketahui.

1. Gangguan Spektrum Autisme

Dilansir dari Mayo Clinic, gangguan spektrum autisme adalah kondisi perkembangan otak yang berdampak terhadap kemampuan komunikasi dan interaksi sosial anak.

Gangguan tumbuh kembang ini dapat menyebabkan anak sulit menjalin hubungan sosial dengan orang lain, misalnya baik di sekolah maupun di tempat kerja.

Gangguan spektrum autisme dapat muncul sejak masa kanak-kanak. Kendati demikian, anak dengan autisme dapat tumbuh normal di tahun-tahun pertama.

Namun, mereka dapat mengalami gejala gangguan tumbuh kembang autisme yang muncul di antara usia 18 dan 24 bulan.

Autisme adalah gangguan perkembangan yang akan dialami seumur hidup. Namun, dengan perawatan dan terapi rutin sejak dini, anak dapat hidup lebih mandiri dan menyesuaikan diri di lingkungan sosial.

2. ADHD

Attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD) adalah gangguan tumbuh kembang yang memengaruhi otak anak.

Anak dengan kondisi ini sulit memusatkan perhatiannya kepada satu hal. Anak dengan gangguan ADHD juga memiliki perilaku yang impulsif dan hiperaktif.

Gangguan ADHD dapat muncul selama masa kanak-kanak dan bertahan hingga masa dewasa. Gejala ADHD mulai tampak saat anak usia tiga tahun. Tingkat keparahan gangguan ADHD pada anak laki-laki dan perempuan juga berbeda, mulai dari ringan hingga berat.

3. Gangguan belajar

Gangguan belajar (learning disability) adalah salah satu gangguan tumbuh kembang yang dapat dialami oleh anak-anak.

Secara umum, kondisi ini dapat ditandai ketika anak kesulitan memahami pelajaran kendati sudah diajari atau dilatih secara berulang.

Gangguan ini dapat memengaruhi area kecerdasan tertentu di otak Beberapa contoh gangguan belajar yang umum, seperti:

  • Disleksia (kesulitan membaca).
  • Disgrafia (kesulitan menulis).
  • Diskalkulia (kesulitan menghitung).

Kendati mengalami kesulitan untuk belajar hal tertentu, namun bukan berarti buah hati tidak memiliki kecerdasan sama sekali, ya.

Umumnya anak dengan gangguan belajar tetap memiliki kecerdasan intelektual yang normal dan bisa memiliki motivasi belajar seperti anak lain pada umumnya.

4. Cerebral palsy

Gangguan tumbuh kembang yang satu ini dapat memengaruhi perkembangan motorik anak untuk bergerak, mempertahankan postur dan juga keseimbangan tubuhnya.

Gangguan tumbuh kembang cerebral palsy dapat muncul saat anak berusia balita. Kondisi ini sifatnya serius dan dapat disebabkan oleh kerusakan atau perkembangan otak yang tidak norma pada saat organ tersebut harusnya sedang berkembang.

Hal ini dapat terjadi sebelum seorang anak lahir, tetapi bisa juga dialami saat lahir atau pada awal masa kehidupan.

5. Gangguan Intelektual

Berbeda dengan gangguan belajar, gangguan intelektual ditandai ketika anak memiliki kapasitas yang lebih rendah untuk belajar, menalar, dan menerapkan keterampilan.

Gangguan tumbuh kembang ini mengacu pada IQ atau kecerdasan. Perlu diketahui, IQ anak yang di bawah rata-rata dapat terlihat ketika ia menjalani fungsi atau aktivitas sehari-hari.

Selain itu, kemungkinan anak dapat mengalami gangguan tumbuh kembang lain bersamaan misalnya, seperti sindrom alkohol janin.

6. Gangguan Berbahasa

Jika anak Anda mengalami kendala atau kesulitan komunikasi, gangguan bahasa mungkin menjadi penyebabnya.

Gangguan bahasa dapat mencakup gejala seperti:

  • Gagap Tidak mampu memahami kata-kata.
  • Tidak mampu mengekspresikan diri.
  • Kesulitan mengucapkan kata-kata atau membuat kalimat.
  • Kemampuan berbicara anak muncul terlambat.

Gangguan tumbuh kembang anak dapat dikelola sehingga anak dapat menjalani kehidupan yang lebih mandiri ke depannya.

Apabila anak mengalami gejala-gejala awal gangguan perkembangan, segera periksakan ke dokter spesialis anak. Dokter dapat mendiagnosis dan menemukan rekomendasi perawatan yang tepat bagi buah hati.

Terapi, pengobatan, dan penggunaan alat bantuan dapat diberikan kepada anak untuk membantu aktivitasnya sehari-hari.

Baca Juga:

Sumber:

  • MayoClinic. 2022. Autism Spectrum Disorder.
  • PsychCentral. 2022. Childhood Developmental Disorder.
  • MayoClinic. 2022. Cerebral Palsy