Skip to main
  • Blog
  • Terlalu Banyak Screen Time Picu Speech Delay Pada Anak

Terlalu Banyak Screen Time Picu Speech Delay Pada Anak

Tag: Kesehatan

Kini penggunaan gadget dan screen time kerap digunakan oleh orangtua untuk menenangkan si kecil yang sedang rewel. Sayangnya, kebiasaan ini harus dihentikan sesegera mungkin karena dapat berdampak pada tumbuh kembang anak, yakni gangguan speech delay.

Yuk, Sahabat Pintar ketahui hubungan antara penggunaan gadget dan screen time dan dampaknya pada anak. Cari tahu juga kapan anak boleh mendapatkan screen time tanpa harus berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang.

Apa Itu Speech Delay?

Speech delay adalah kondisi keterlambatan bicara dan bahasa yang tidak sesuai dengan usia anak.

Kondisi keterlambatan bicara ini ditandai ketika anak mampu menyampaikan isi pikirannya, namun ucapannya masih sulit dipahami.

Sementara itu, keterlambatan bahasa terjadi saat si kecil mampu mengucapkan kata-kata, namun tidak bisa menggabungkannya untuk menyampaikan isi pikirannya.

Beberapa orang menganggap speech delay akan hilang sendirinya seiring bertambahnya usia anak. Padahal tidak demikian.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan speech delay ini diduga dialami oleh 5–8 persen anak-anak usia prasekolah.

Keterlambatan bicara dapat disebabkan oleh gangguan pertumbuhan fisik, infeksi telinga, atau adanya masalah pada mulut atau pendengaran Selain itu, menurut The Hanen Center, salah satu penyebab speech delay pada anak adalah screen time atau penggunaan layar gadget.

Hubungan Screen Time dan Speech Delay

Perlu diketahui, anak belajar berbicara dan berkomunikasi melalui interaksi dengan orang lain. Ketika masa tumbuh kembangnya diisi screen time dengan menonton tayangan di televisi maupun gadget lainnya, kemampuan berbahasa ekspresif anak berisiko tidak berkembang baik.

Karena saat screen time anak hanya mendapat stimulasi bicara satu arah. Sedangkan yang dibutuhkan untuk perkembangan berbahasa dan berbicaranya adalah komunikasi dua arah.

Sahabat Pintar juga perlu tahu, beberapa tahun pertama kehidupan, otak reseptif anak sedang belajar bahasa baru dan membangun jalur komunikasi. Ketika jalurnya tak terbentuk akibat hanya mendapatkan stimulasi searah, tidak dimungkiri kemampuan berbahasa dan berbicaranya lambat berkembang.

Dikutip dari American Academy of Pediatrics, sebuah studi dari rumah sakit anak di Kanada pernah mengamati hampir 900 anak-anak usia enam bulan dan dua tahun.

Mereka menemukan bahwa balita yang sering menggunakan gadget cenderung mengalami keterlambatan kemampuan bahasa ekspresif. Kemampuan anak untuk mengucapkan kata-kata dan kalimat juga lebih lambat

Peneliti juga menemukan bahwa tiap tambahan 30 menit screen time sehari, risiko speech delay meningkat sebanyak 49 persen.

Penelitian lain yang dipublikasi oleh Journal of Pediatrics pernah melakukan survei pada lebih dari 1.000 orangtua yang memiliki anak-anak dengan usia di bawah usia dua tahun.

Peneliti menemukan, balita yang sering menonton video berbicara kata-kata yang lebih sedikit. Bahkan, bayi usia 8-16 bulan yang sejam lebih lama nonton video ditemukan mengucapkan rata-rata enam hingga delapan kata lebih sedikit.

Batasi Penggunaan Screen Time Pada Anak

Mengenalkan screen time pada anak bukannya tidak diperbolehkan total. Orangtua dapat memberikan gadget kepada anak untuk menonton dengan waktu yang dibatasi.

Canadian Pediatric Society merekomendasikan anak usia 2-5 tahun untuk mendapatkan screen time bawah satu jam per hari

Selanjutnya jika memberikan screen time, American Academy of Pediatrics merekomendasikan orang tua dari anak-anak berusia 2-5 tahun untuk memperhatikan hal berikut:

  • Pilih tayangan video dengan konten yang baik dan berkualitas,
  • Dampingi anak saat menonton video
  • Ajak anak berbicara dan berinteraksi sembari menonton video

Tidak dianjurkan memberikan anak bayi (usia kurang dari 12 tahun) tontonan video. Cobalah membantu proses tumbuh kembang dengan banyak melakukan interaksi bersama buah hati.

Interaksi sehari-hari dengan saling bercerita dapat dihabiskan saat waktu memandikan anak, waktu makan, saat berjalan ke taman, atau bahkan sebelum tidur.

Baca Juga:

Sumber:

  • American Academy of Pediatrics (2017). 2022. Handheld Screen Time Linked with Speech Delays in Young Children.
  • The Hanen Center. 2022. iPad = I Don’t Talk: The Effects of Young Children’s Screen Time
  • The Journal of Pediatrics. 2022. Associations between Media Viewing and Language Development in Children Under Age 2 Years.
  • Speech and Language Kids. 2022. Screen Time and Speech/Language Delays

Layanan Terkait

Lihat Semua
Telekonsultasi Spesialis via Video Call

Telekonsultasi Spesialis via Video Call

Mulai dari

Rp 181.000