Skip to main
  • Blog
  • Mengenal Penyakit Hepatitis B dan Cara Penularannya

Mengenal Penyakit Hepatitis B dan Cara Penularannya

Tag: Kesehatan

Tahukah Sahabat Pintar, di setiap tanggal 4 Juli hingga 12 Juli, Indonesia memperingati Pekan Peduli Hepatitis B? Ya, peringatan ini menjadi pengingat bahwa penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan yang wajib diketahui masyarakat.

Orang yang mengidap penyakit ini dapat menularkan virusnya ke orang lain tanpa sadar bahwa mereka sedang terinfeksi. Pasalnya, gejala hepatitis B juga kerap tidak muncul saat baru terinfeksi Karena itu, infeksi ini juga kerap disebut dengan silent disease.

Yuk Sahabat Pintar, mengenal lebih jauh mengenai penyakit ini, cara penularan, hingga pencegahannya dengan menyimak ulasan berikut.

Apa itu Hepatitis B?

Hati atau liver adalah organ penting bagi tubuh. Utamanya, organ hati berperan menghancurkan racun dari dalam darah hingga membantu proses mencerna makanan.

Jika organ hati mengalami peradangan, fungsinya terganggu, atau bahkan rusak karena infeksi virus, kondisi kesehatan tubuh Sahabat Pintar akan menurun.

Hepatitis B Virus (HBV) adalah patogen yang menjadi penyebab hepatitis B. Virus tersebut dapat menyebabkan peradangan, kerusakan pada organ hati, kanker hati, hingga kematian.

Terdapat dua jenis kondisi dan penyebab hepatitis B menjadi kronis atau akut, berikut penjelasannya:

  • Akut. Infeksi akut terjadi ketika tubuh pertama kali terkena penyakit ini. Umumnya, orang yang mengalami infeksi akut dapat pulih atau membaik dengan sendirinya berkat sistem imun yang kuat.
  • Kronis. Jika tubuh dan sistem imun tidak dapat mengatasi infeksi dengan sendirinya dalam waktu enam bulan, tubuh dapat mengalami hepatitis B kronis dan membutuhkan pengobatan lebih lanjut.

Apa Saja Gejala Hepatitis B yang Harus Diwaspadai?

Sekitar 1-3 bulan setelah terinfeksi, umumnya tubuh tidak menimbulkan gejala apa pun.
Namun, jka infeksi berlangsung lebih dari 6 bulan, gejala hepatitis B, di antaranya:

  • Suhu badan tinggi atau demam.
  • Kelelahan.
  • Sakit di perut bagian atas.
  • Muncul bercak pada kulit yang dapat disertai dengan sensasi gatal.
  • Warna kulit dan bagian putih mata berubah menjadi kekuningan (jaundice).
  • Urine berwarna keruh.
  • Mual dan muntah.
  • Kehilangan nafsu makan.

Bagaimana Cara Penularannya?

Sahabat Pintar perlu tahu, penularan hepatitis B terjadi lewat kontak dengan cairan tubuh penderitanya.

Cairan tubuh tersebut, berupa air liur, cairan ketuban, cairan vagina, semen (cairan sperma), dan lainnya. Berikut sejumlah cara penularan hepatitis B yang perlu diketahui:

1. Dari Ibu ke Janin

Dilansir, dari laman resmi Universitas Padjadjaran, Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Unpad, Prof. Dr. Dwi Prasetyo, dr., Sp.A(K), M.Kes., menjelaskan salah satu kemungkinan tingginya penularan hepatitis B di Indonesia terjadi dari ibu ke bayi.

Ibu dengan HBsAg positif (protein yang terdapat di permukaan HBV) kemungkinan menularkan infeksi ini ke anak dengan risiko sekitar 85-90 persen.

Kendati terapi pengobatan hepatitis sudah tersedia, pemberian vaksin pada bayi juga sudah mencapai persentase 90 persen, kasus penyakit menular ini masih tetap tinggi.

Maka itu, dilansir dari Sehat Negeriku Kemkes, pada 2022 lalu pemerintah memprioritaskan memutus rantai penularan HBV dari ibu ke anak. Hal ini dilakukan dengan melakukan upaya pencegahan sedini mungkin pada ibu hamil.

Prof. Dwi menjelaskan, penularan dari ibu ke bayi harus segera dicegah. Caranya, bayi yang lahir dari ibu yang terdiagnosis HBsAg positif harus diberikan vaksin pasif kurang lebih 12 jam setelah lahir.

2. Hubungan Seksual

Hepatitis B adalah penyakit yang dapat menular jika Sahabat Pintar berhubungan seks tanpa kondom dengan seseorang yang terinfeksi.

Virus dapat menular dan masuk ke dalam tubuh lewat darah, air liur, air mani atau semen, atau cairan vagina.

3. Melalui Jarum Suntik

HBV dapat menyebar melalui jarum suntik yang terkontaminasi darah pasien hepatitis B. Misalnya, lewat transfusi darah yang tidak diskrining dengan baik atau berbagi perlengkapan obat lewat infus juga berisiko tinggi terinfeksi HBV.

Petugas kesehatan atau profesi apa pun yang bersentuhan dengan darah manusia turut berisiko tertular HBV

Tidak hanya itu, saling berbagi peralatan seperti gunting kuku, alat cukur, jarum tattoo atau jarum tindik juga meningkatkan seseorang terinfeksi penyakit.

Perlu diingat bahwa hepatitis B tidak akan menular melalui sejumlah aktivitas seperti berjabat tangan atau berbicara dengan penderita. Cegah penyakit ini dengan melakukan vaksinasi di klinik atau fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga:

Sumber:

  • Sehat Negeriku Kemkes. 2022. Kemenkes Prioritaskan Eliminasi Hepatitis B dari Ibu Ke Anak
  • Universitas Padjadjaran. 2022. Angka Prevalensi Hepatitis B di Indonesia Masih Tinggi
  • Mayoclinic. 2022. Hepatitis B
  • Hepatitis B Foundation. 2022. What Is Hepatitis B?

Konsultasi Kesehatan dengan Dokter Spesialis