Skip to main

Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping Vaksin Anak Japanese Encephalitis (JE)

Vaksin anak berperan sebagai benteng pertahanan utama dalam melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya. Salah satunya adalah vaksin Japanese Encephalitis juga dikenal sebagai vaksin JE yang disarankan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit Japanese Encephalitis.

Lalu apa sebenarnya vaksin JE itu? Temukan informasi selengkapnya dalam ulasan berikut lengkap dengan jadwal dan efek samping yang ditimbulkan oleh vaksin tersebut.

Apa yang Dimaksud Vaksin Japanese Encephalitis ?

Vaksin Japanese Encephalitis adalah jenis vaksin yang dirancang untuk melindungi individu dari sebuah penyakit yang disebabkan oleh Japanese Encephalitis Virus (JEV). Penyakit ini lebih sering ditemukan di negara beriklim tropis terutama pada musim hujan.

Virus JE ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk, terutama spesies Culex tritaeniorrhynchus atau nyamuk rumahan dimana bertelur di air tergenang, misalnya di sawah, serta menggigit manusia khususnya pada malam hari. Penularan virus JE dari nyamuk dibawa oleh hewan lain yaitu burung dan babi.

Vaksin Japanese Encephalitis diberikan mulai usia 9 bulan di daerah endemis atau pada anak yang akan bepergian ke daerah endemis seperti Asia Timur, Australasia, Madagaskar hingga subkontinen India.

Di Indonesia, kasus ini mencakup beberapa wilayah meliputi Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua Barat. Pemberian vaksin JE pada anak-anak Indonesia mengikuti panduan jadwal imunisasi anak yang dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2020.

Manfaat Vaksin JE

Thumbnail 2 - Vaksin Anak Japanese Encephalitis.jpg

Vaksinasi anak adalah langkah awal para orang tua dalam menjaga imunitas buah hatinya. Oleh karena itu pemberian vaksin tersebut sangat diperlukan karena mempunyai manfaat sebagai berikut:

1. Perlindungan Terhadap Ancaman Serius

Salah satu manfaat utama dari vaksin tersebut adalah perlindungan terhadap Japanese encephalitis, sebuah penyakit yang bisa menyebabkan gejala berat seperti demam tinggi, kejang, dan peradangan otak.

Vaksin ini secara signifikan mengurangi risiko komplikasi yang mengancam kesehatan anak. Jadi vaksinasi mampu mengurangi jumlah kasus penyakit, kunjungan rumah sakit, dan biaya perawatan yang terkait dengan Japanese encephalitis.

2. Menyokong Kekebalan

Selain memberikan perlindungan pada individu yang divaksinasi, vaksin tersebut juga memiliki dampak positif pada kekebalan kelompok. Dengan memvaksinasi banyak anak, terbentuk tingkat kekebalan kelompok yang melindungi masyarakat secara meluas.

Ini sangat penting untuk melindungi individu yang belum atau tidak dapat divaksinasi, seperti bayi yang terlalu muda atau individu dengan kondisi kesehatan tertentu.

3. Penyebaran Penyakit

Vaksin ini memiliki dampak pada populasi secara keseluruhan dengan menurunkan prevalensi infeksi di antara anak-anak supaya penyebaran virus dapat dikurangi secara optimal.

4. Memungkinkan Perjalanan Aman

Bagi anak-anak yang tinggal atau berencana melakukan perjalanan ke daerah-daerah yang memiliki risiko penularan Japanese encephalitis, vaksinasi dapat memberikan perlindungan ekstra. Ini penting terutama jika mereka akan berada di daerah pedesaan atau daerah yang lebih rentan terhadap nyamuk penyebab penyakit.

Jadwal Vaksinasi Japanese Encephalitis

Pemberian vaksinasi sudah terjadwal di berbagai fasilitas kesehatan. Khususnya dalam konteks vaksin JE, yang bisa disimak pada poin berikut:

1. Pemberian Vaksin Dosis Pertama

Pada jadwal vaksin terbaru 2023 yang direkomendasikan oleh IDAI, Vaksinasi dosis pertama direkomendasikan untuk bayi mulai usia 9 bulan.

2. Pemberian Vaksin Dosis Kedua

Dosis kedua vaksin diberikan dalam jangka waktu 1 hingga 2 tahun setelah dosis pertama. Interval ini diperlukan untuk memicu respons kekebalan yang lebih kuat dan tahan lama.

Efek Samping Vaksin JE

Secara umum, vaksin Japanese Encephalitis adalah vaksinasi yang aman dan efektif namun masih menimbulkan efek samping ringan yang sifatnya sementara meliputi:

1. Peradangan

Efek samping ringan paling sering terjadi seperti rasa nyeri, kemerahan, dan pembengkakan. Untuk meredakan efek peradangan pada bayi, berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan:

  • Kompres dengan air dingin: Dinginkan area suntikan dengan kompres air dingin untuk meredakan nyeri, kemerahan, dan bengkak.
  • Cukupi cairan: Berikan ASI atau air buah agar bayi tetap terhidrasi setelah vaksin.
  • Perhatian ekstra: Pantau bayi secara cermat setelah vaksin. Segera konsultasikan dokter jika ada gejala aneh atau reaksi berkepanjangan.
  • Hindari menggaruk: Jangan menggaruk atau menggosok area suntikan meskipun terasa gatal.

2. Demam

Beberapa anak mungkin mengalami efek samping umum seperti demam ringan, kelelahan, atau ketidaknyamanan. Demam setelah vaksin ini biasanya terjadi dalam 3 hari pertama setelah penyuntikan vaksin.Jika bayi atau anak mengalami demam setelah vaksin JE, Anda dapat memberikan obat penurun demam sesuai anjuran dokter.

3. Alergi

Meskipun jarang terjadi, vaksin tersebut juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa individu. Gejala reaksi alergi yang mungkin muncul termasuk ruam, gatal-gatal, sesak nafas, dan pembengkakan di wajah atau bibir. Jika mengalami reaksi alergi setelah vaksinasi, segera cari bantuan medis.

Vaksin anak seperti vaksin Japanese Encephalitis memiliki peran penting dalam mencegah penyakit serius. Dengan mempertimbangkan manfaat yang ditawarkan vaksin JE, serta menjalani proses vaksinasi sesuai pedoman dari Vaksin IDAI akan memberi anak imunitas yang lebih tinggi dan mendukung tumbuh kembangnya.

Konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum memutuskan untuk melakukan vaksinasi, untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil didasarkan pada informasi yang akurat dan terkini.

Sumber Referensi:

World Health Organization. (2020). Japanese encephalitis.

Centers for Disease Control and Prevention. (2021). Japanese encephalitis vaccine.

Mayo Clinic. (2021). Japanese encephalitis vaccine (inactivated).

IDAI. (2018). Japanese encephalitis