Skip to main

Parents, Yuk Kenali Gejala Disleksia pada Anak

Parents, apakah Anda melihat si kecil mengalami kesulitan membaca atau mengeja? Jika iya, bisa jadi ini merupakan tanda-tanda si kecil mengalami disleksia. Disleksia adalah gangguan belajar yang membuat seseorang kesulitan untuk memahami kata-kata, mengenali huruf, dan menghubungkan suara dengan simbol huruf.

Disleksia bukan disebabkan oleh masalah kecerdasan, pendengaran, atau penglihatan, melainkan karena adanya perbedaan pada area otak yang memproses bahasa.

Mengidap disleksia bukan berarti anak Anda tidak pintar. Dengan dukungan yang tepat, anak-anak penderita disleksia dapat belajar membaca dan berprestasi di sekolah. Untuk itu, penting bagi para orang tua mengenali gejala disleksia dan cara tepat mengatasinya.

Konsultasikan Tumbuh Kembang Anak Segera

Gejala Disleksia

Tanda-tanda disleksia pada anak mungkin sulit untuk dikenali, terlebih jika mereka belum memasuki usia sekolah. Meski begitu, ada beberapa gejala disleksia yang bisa menjadi petunjuk awal. Berikut ini beberapa gejala disleksia sejak usia dini hingga remaja.

1. Gejala Disleksia Sebelum Masa Sekolah

Tanda-tanda si kecil mungkin berisiko mengalami disleksia antara lain:

  • Terlambat berbicara
  • Kesulitan menghafal atau mengenali huruf abjad, angka, dan warna baik dalam membaca maupun menulis
  • Kesulitan mempelajari lagu anak-anak atau memainkan permainan berima
  • Kesulitan menceritakan kembali sebuah cerita dalam urutan kejadian yang benar.
  • Menulis atau membaca huruf atau kata terbalik, misalnya, "b" menjadi "d" atau "was" menjadi "saw”
  • Kesulitan dalam mengucapkan kata-kata dengan benar atau kebingungan dalam mengartikulasikan suara-suaranya
  • Kesulitan menemukan kata yang diinginkan saat berbicara, seringkali menggunakan sinonim atau menggantinya dengan kata yang tidak sesuai

2. Gejala Disleksia pada Usia Sekolah (5 hingga 12 Tahun)

Perlu diketahui bahwa setiap anak bisa mengalami gejala disleksia yang berbeda. Namun gejala umum pada anak usia sekolah bisa berupa:

  • Kesulitan membaca dengan lancar
  • Bingung urutan huruf dalam kata
  • Menjawab pertanyaan dengan baik secara lisan, tetapi kesulitan menuliskan jawabannya
  • Kesulitan dalam mengeja kata-kata dan seringkali salah mengeja atau membalik huruf (seperti "b" dengan "d" atau “m” dengan “w”)
  • Memerlukan waktu lebih lama untuk menulis
  • Menghindari aktivitas yang melibatkan membaca
  • Kesulitan mengingat informasi yang telah dibaca atau diajarkan
  • Sulit mengikuti petunjuk tertulis dengan baik
  • Sulit memahami hubungan antara huruf dan bunyi
  • Mencoba menghindari membaca dengan suara keras di kelas
  • Kesulitan mempelajari urutan, seperti hari dalam seminggu atau alfabet

Baca Juga:

3. Gejala Disleksia pada Remaja

Tanda-tanda disleksia pada remaja dan orang dewasa sangat mirip dengan tanda-tanda pada anak-anak. Beberapa gejala disleksia yang umum terjadi pada remaja dan dewasa antara lain:

  • Kesulitan membaca, termasuk membaca dengan suara keras
  • Menghindari aktivitas yang melibatkan membaca
  • Menghabiskan waktu yang sangat lama untuk menyelesaikan tugas-tugas yang melibatkan membaca atau menulis
  • Kesulitan merangkum sebuah cerita
  • Kesulitan belajar bahasa asing
  • Memerlukan waktu lebih lama untuk membaca dan menulis
  • Kesulitan dalam mengeja
  • Kebanyakan kasus, remaja atau orang dewasa yang mengalami disleksia cenderung memiliki kemampuan spasial yang lebih besar, seperti berbakat dalam bidang seni, desain, atau teknik
  • Kerap keliru dalam mengucapkan nama atau kata

Konsultasikan Tumbuh Kembang Anak Segera

Penyebab Disleksia

Sampai saat ini, penyebab disleksia belum diketahui secara pasti. Namun, genetika memainkan peran penting dalam pengembangan disleksia. Banyak penelitian menunjukkan bahwa gangguan ini dapat diwariskan. Artinya, jika satu atau kedua orangtua memiliki disleksia, kemungkinan anak mereka mengalami kondisi serupa.

Selain itu, kondisi genetik seperti down syndrome juga dapat meningkatkan peluang anak mengalami disleksia. Di samping faktor internal, faktor eksternal seperti lingkungan yang tidak memiliki akses bahan bacaan juga dapat meningkatkan risiko anak mengalami disleksia. Terlebih jika anak tinggal di daerah yang memiliki keterbatasan lingkungan belajar.

Pasalnya, anak-anak yang kurang mendapat dukungan belajar di sekolah atau lingkungan serupa lebih mungkin terkena disleksia.

Terapi untuk Anak Disleksia

Parents, Yuk Kenali Gejala Disleksia pada Anak.jpg Meskipun tidak ada obat langsung untuk disleksia, berbagai terapi dan metode telah terbukti efektif dalam membantu anak-anak yang mengalami disleksia Berikut adalah beberapa pendekatan atau terapi untuk anak disleksia:

1. Terapi Multisensori

Terapi multisensori merangsang berbagai indera anak untuk meningkatkan pemahaman dan pengolahan informasi. Dalam konteks disleksia, terapi ini mencakup penggunaan sentuhan, pendengaran, penglihatan, dan gerakan fisik yang meliputi penggunaan huruf-huruf besar, manipulasi kata dengan benda-benda fisik, dan pengenalan bunyi huruf secara bersamaan.

2. Terapi Wicara

Terapi wicara berfokus pada pengembangan keterampilan berbicara dan mendengar. Anak-anak dengan disleksia mungkin mengalami kesulitan mengenali dan mengartikan bunyi-bunyi dalam kata-kata.

Terapis wicara bekerja untuk meningkatkan kesadaran fonemik, pengucapan, dan pemahaman bahasa. Latihan-latihan seperti permainan kata, alat bantu audio, dan membaca bersama dapat membantu memperkuat keterampilan komunikasi anak.

Baca Juga: Manfaat, Tujuan, dan Prosedur Terapi Wicara untuk Anak

3. Terapi Visual dan Auditori

Terapi ini berfokus pada perbaikan keterampilan penglihatan dan pendengaran anak. Dengan memperkuat indra-indra ini, anak dapat meningkatkan kemampuannya dalam membaca dan mengeja.

Terapi ini dapat mencakup latihan mengenali huruf, pola-pola visual, dan penggunaan warna agar si kecil bisa membedakan dengan baik. Selain itu, terapi auditori membantu meningkatkan persepsi auditori melalui aktivitas seperti mengenali bunyi huruf dan mengidentifikasi pola suara.

Dalam prosesnya, terapis bisa menggunakan alat bantu visual dan auditori papan tulis interaktif atau alat bantu auditori untuk membantu menguatkan keterampilan membaca anak.

Konsultasikan Tumbuh Kembang Anak Segera

Itu dia beberapa gejala disleksia pada anak. Sebagai orang tua, penting bagi kita untuk mengetahui tumbuh kembangnya secara keseluruhan. Dengan mengenali gangguan disleksia secara dini, tentunya masalah ini dapat diatasi dengan cepat sehingga kita dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Apabila si kecil mengalami masalah disleksia, Moms bisa mengajaknya ke klinik tumbuh kembang anak terdekat. Di Jakarta, saat ini ada klinik tumbuh kembang anak ternama, yaitu Klinik Armedika by Klinik Pintar.

Klinik tumbang terbaik di Jakarta ini selain menghadirkan dokter spesialis anak yang berpengalaman, juga dilengkapi berbagai teknologi dan terapi yang bisa mendukung tumbuh kembang anak. Jangan tunda untuk konsultasi ke dokter spesialis anak apabila Moms mencurigai si kecil mengalami gangguan tumbuh kembang!

Sumber:

Cleveland Clinic. Dyslexia.

Mayo Clinic. Dyslexia.

Better Health. Dyslexia.

Amankan Jadwal Anda di Klinik