Skip to main
  • Blog
  • Jadwal Vaksin Anak Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)

Jadwal Vaksin Anak Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)

Tag: Vaksinasi

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan jadwal vaksin atau imunisasi yang wajib didapat anak mulai lahir hingga usia 18 tahun.

IDAI mengemukakan data yang mengatakan bahwa vaksinasi dapat mencegah 2-3 juta kematian anak akibat penyakit setiap tahun. Pemberian vaksin atau vaksinasi bertujuan meningkatkan kekebalan tahan tubuh terhadap penyakit tertentu.

Sahabat Pintar perlu tahu, vaksinasi adalah proses pemberian vaksin dengan cara menyuntikkan atau meneteskan vaksin ke dalam mulut. Vaksinasi terbagi atas jadwal dasar dan jadwal vaksin ulangan. Bahkan, ada vaksin yang memerlukan pengulangan ketika anak mencapai umur tertentu.

Oleh karena itu, sangat penting memberikan imunisasi anak tepat waktu. Ketahui jadwal vaksin anak yang dianjurkan oleh IDAI.

d7063bf5-jadwal-vaksin-idai-2020 (1).png

1. Vaksin Anak Usia 0-9 Bulan

Berikut merupakan daftar vaksin dasar lengkap untuk bayi usia 0-9 bulan. Bayi baru lahir wajib mendapatkan imunisasi hepatitis B (HB-1). Berikut jadwal lengkap vaksinasi untuk anak

  • Usia 0-1 bulan: Polio 0 dan BCG
  • Usia 2 bulan: DP-HiB 1, polio 1, hepatitis 2, rotavirus, PCV
  • Usia 3 bulan: DPT-HiB 2, polio 2, hepatitis 3
  • Usia 4 bulan: DPT-HiB 3, Polio 3 (IPV atau polio suntik), hepatitis 4, dan rotavirus 2
  • Usia 6 bulan: PCV 3, influenza 1, rotavirus 3 (pentavalen)
  • Umur 9 bulan: Campak atau MR

Jadwal imunisasi untuk bayi usia 6 bulan termasuk ke dalam imunisasi wajib. Beberapa daftar imunisasi wajib untuk anak yaitu:

1. Hepatitis B

Pada tabel yang dianjurkan oleh IDAI, anak baru lahir dianjurkan anak mendapatkan imunisasi hepatitis B (HB) monovalent. Si kecil juga akan menerima imunisasi Hepatitis B sebanyak 4 kali sebelum usia 6 bulan.

Pemberian vaksin Hepatitis B ini masing-masing berjarak 1 bulan, yakni saat baru lahir, usia, 2,3, dan 4 bulan.

2. Polio

Anak akan mendapatkan vaksin polio tipe Oral Poliovirus Vaccine (OPV) ketika baru lahir sampai usia 1 bulan.

Kemudian, vaksinasi dapat diulang ketika berusia 2,3, dan 4 bulan. Polio adalah penyakit menular yang menyerang sistem saraf pusat otak dan bisa menyebabkan anak mengalami lumpuh layu.

3. BCG

Vaksin anak yang satu ini bertujuan mencegah penyakit tuberkulosis atau yang biasa dikenal dengan TBC.

Bakteri tuberculosis biasanya menyerang saluran pernapasan, akan tetapi juga bisa menyebar ke organ tubuh lainnya. Jadwal imunisasi BCG hanya satu kali, ketika bayi berusia 3 bulan, tetapi lebih efektif dan optimal bila bayi mendapatkannya saat usia 2 bulan.

4. Difteri, Pertussis, dan Tetanus (DPT)

Tiga vaksin anak ini bisa diberikan ke dalam satu suntikan sekaligus. Vaksin DPT dapat diberikan saat usia dua bulan. Setelah itu, anak dapat menerima vaksin DPT ulang saat usia 2, 3, 4 bulan.

World Health Organization (WHO) menganjurkan pemberian kombinasi vaksin DPT, yakni vaksin pentavalen dan pentabio. Vaksinasi pentavalen adalah gabungan dari pencegahan DPT, HiB, (haemophilus influenzae tipe B), dan hepatitis B (HB). Sedangkan pentabio adalah gabungan dari vaksinasi penyakit DPT, polio, dan Hepatitis (HB).

Vaksin Anak Usia 6-12 Bulan

Anak usia 6 bulan wajib mendapat beberapa daftar vaksin berikut ini:

1. Pneumokokus (PCV)

Pneumokokus adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae Selain pneumokokus, bakteri ini dapat menyebabkan kondisi radang selaput otak (meningitis) dan juga radang paru (pneumonia)

Jadwal vaksin anak PCV dimulai sejak usia 2 bulan. Pemberian diberikan sebanyak 3 kali di usia anak 2, 4, 6 bulan.

2. Rotavirus

Ada dua jenis imunisasi atau vaksinasi rotavirus. Vaksin rotavirus pertama berjenis monovalen dan diberikan 2 kali ketika anak berusia 2 bulan. Vaksin selanjutnya akan diberikan setelah 4 minggu setelah suntikan pertama dengan jeda 4 minggu.

Vaksin rotavirus kedua adalah pentavalen. Vaksin Pertama diberikan saat anak berusia 2-3 bulan, dosis kedua dan ketiga diberikan 4-10 minggu setelah suntikan pertama.

3. Campak, Mumps dan rubella (MMR)

Vaksin MMR diberikan untuk mencegah penyakit campak (measles), gondongan (mumps), dan rubella (campak jerman). Vaksin ini dapat diberikan sejak anak usia 9 bulan dan diulang saat ia berusia 18 bulan.

Vaksin Anak Usia 12-24 Bulan

Tidak terlalu banyak vaksin yang akan diberikan pada anak usia 1 tahun. Berikut adalah daftar serta jadwal vaksin pemberian anak usia 1 tahun.

1. Varisela

Varisela adalah virus penyebab cacar air. Vaksinasi varisela dapat diberikan setelah si kecil berusia 1 tahun atau idealnya sebelum anak menginjak bangku sekolah dasar.

Risiko terkena komplikasi cacar air akan lebih tinggi, jika anak belum pernah menerima vaksin varisela sama sekali.

2. Japanese Encephalitis (JE)

Japanese Encephalitis (JE) adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk dan awalnya ditemukan di Jepang pada tahun 1871. Penyakit JE bisa menyebabkan risiko kematian pada anak.

Vaksin ini diberikan saat anak berusia 12 bulan dan booster-nya dapat diberikan 1-2 tahun setelah suntikan pertama.

Vaksin Japanese Encephalitis dapat diberikan bila anak berencana bepergian ke daerah endemis, seperti Jepang, Korea, dan Thailand.

3. Hepatitis A

Vaksin hepatitis A diberikan pada anak 2 tahun untuk mencegah penyakit hepatitis A. Vaksinasi diberikan sebanyak dua kali dengan jeda 6-12 bulan setelah dosis pertama.

Perlu diketahui, vaksin hepatitis A memiliki efektivitas hingga 10 tahun. Namun, hal itu akan bergantung pada gaya hidup dan kebersihan yang dijalani.

Vaksin Anak Usia 2-18 Tahun

Usia 2-18 tahun umumnya akan diberikan vaksin booster atau imunisasi berulang. Berikut daftarnya:

1. Tifoid

Tifoid adalah penyakit yang disebabkan bakteri Salmonella Typhi. Vaksin tifoid dapat diberikan tiga tahun sekali. Kendati begitu, orangtua tetap harus memerhatikan kebersihan dan asupan makanan anak.

Pasalnya, bakteri penyebab tifoid dapat ditemukan pada pola atau gaya hidup kurang higienis.

2. Human papiloma virus (HPV)

Vaksin HPV dapat diberikan ketika anak menginjak remaja, sekitar usia 9-14 tahun. Ada dua dosis vaksin HPV. Dosis kedua diberikan sekitar 6-12 bulan setelah suntikan pertama.

Infeksi virus HPV paling sering berkembang di area kelamin. Virus ini turut menjadi penyebab kanker rahim dan penis.

3. Dengue

Dengue adalah virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Virus dengue dapat menyebabkan penyakit demam berdarah dengue. IDAI mengatakan vaksin dengue diberikan saat anak berusia usia 9-16 tahun.

Dapatkan segera vaksin anak sesuai jadwal dengan mengakses layanan Vaksinasi Home Service dari Klinik Pintar.

Baca Juga:

  • Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Vaksinasi dan Imunisasi
  • Fakta Tentang Hepatitis Misterius yang Menyerang Anak
  • Semua yang Harus Anda Persiapkan Pada Hari-H Vaksinasi

Sumber:

  • IDAI. 2022. Jadwal Imunisasi.
  • IDAI. 2022. Vaksin Kombinasi

Cegah Penyakit dengan Melakukan Vaksinasi Anak