Skip to main
  • Blog
  • 13 Jenis Vaksin Anak yang Perlu Diketahui Orangtua

13 Jenis Vaksin Anak yang Perlu Diketahui Orangtua

Tag: Vaksinasi

Saat berusia baru lahir hingga 5 tahun, terdapat beberapa jenis vaksin anak yang wajib diberikan kepada buah hati. Vaksin pada umumnya bekerja untuk meningkatkan kekebalan tubuh melawan penyakit.

Terdapat alasan mengapa vaksin anak harus diberikan sangat dini. Saat masa-masa awal kehidupan, sistem kekebalan tubuh atau imun anak masih lemah. Terlebih, di masa pandemi dan buruknya cuaca serta udara seperti sekarang, imun anak rentan lemah sehingga mudah terserang penyakit

Oleh karena itu anak perlu mendapatkan beberapa jenis vaksin yang bisa menjaga ketahanan tubuhnya terhadap suatu penyakit di masa depan. Berikut 13 jenis vaksin anak yang perlu orangtua tahu.

1. Hepatitis B

Jenis vaksin hepatitis B dianjurkan diberikan sesaat setelah bayi lahir, kira-kira sekitar 12 jam setelah ibu melahirkan.

Setelah itu, vaksin kedua akan diberikan sebulan setelah dosis pertama. Vaksinasi ketiga sebaiknya dilakukan minimal dua bulan setelahnya, dan suntik keempat dilakukan 5 bulan setelahnya dosis ketiga.

2. BCG

BCG adalah jenis vaksin anak yang bermanfaat mencegah tuberkulosis atau umum dikenal TBC. Vaksin ini dianjurkan diberikan saat anak berusia 2-3 bulan untuk membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat di masa mendatang.

3. Vaksin Polio Oral (OPV) dan Vaksin Polio Suntik (IPV)

Jenis vaksin anak polio berfungsi mencegah penyakit polio. Polio adalah infeksi virus yang bisa kelumpuhan permanen dan kematian pada anak.

Vaksin OPV dapat diberikan sejak anak lahir dan diulang saat ia berusia 2, 3, dan 4 bulan. Sedangkan IPV diberikan saat anak berusia 6 hingga 18 bulan.

4. DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus)

Vaksin DPT diberikan kepada anak saat berusia 2, 3, dan, 4 bulan. Vaksin anak yang satu ini juga perlu diulang setahun setelah anak menerika imunisasi DPT yang ketiga.

5. HiB (Haemophilus Influenzae Tipe B)

HiB adalah salah satu jenis vaksin untuk mencegah penyakit meningitis dan pneumonia. Anak diberikan vaksin HiB saat usia 2, 3, 4 bulan. Dosis ke empat diberikan kepada anak sata ia berusia 15-18 bulan.

6. PCV (Vaksin Pneumokokus)

Pneumococcal Conjugate Vaccine atau PCV adalah vaksin untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae.

Bakteri tersebut dapat menyebabkan penyakit meningitis, pneumonia, dan septikemia. Pemberian jenis vaksin ini dilakukkan sebanyak 4 kali sebelum anak berusia 3 tahun.

7. Rotavirus

Rotavirus adalah virus yang menyebabkan diare atau gangguan pencernaan berat pada anak. Jenis vaksin anak ini diberikan sebanyak 3 kali hingga buah hati berusia 3-6 bulan.

8. Measles, Mumps, and Rubella (MMR)

Vaksin MMR diberikan pencegahan penyakit campak, gondongan dan rubella. Sebaiknya masing-masing diberikan sebanyak satu kali kepada anak di bawah umur 3 tahun.

9. Varicella

Varicella atau varisela adalah infeksi virus yang dapat menyebabkan cacar air dan herpes zoster di kemudian hari. Jenis vaksin ini diberikan satu kali saat anak berusia 1-4 tahun atau sebelum memasuki sekolah dasar.

10. Hepatitis A

Jenis vaksin ini dapat mencegah virus Hepatitis A yang menginfeksi organ hati (liver). Vaksin ini dianjurkan diberikan sedini mungkin karena sistem kekebalan tubuh anak belum kuat maksimal. Hepatitis bisa menyebabkan penyakit kuning dan kejang pada anak.

11. Tifoid

Tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dan bisa menyebabkan demam pada anak. Demam tifoid kerap terjadi di negara berkembang, terutama dengan sanitasi atau kebersihan yang burul. Jenis vaksin ini sebaiknya diberikan sebanyak satu kali pada anak berusia di bawah 3 tahun.

12. Japanese Encephalitis

Dilansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indoneisa (IDAI), JE adalah penyakit akibat infeksi virus Japanese Encephalitis yang ditularkan oleh nyamuk. Penyakit ini kerap menyebabkan radang otak, kecacatan, hingga kematian.

Jenis vaksin ini diberikan bila anak tinggal di daerah endemis atau bila akan berpergian ke daerah endemis. Vaksin anak JE diberikan ketika berusia 1 tahun dan diulang saat anak berusia 2-3 tahun.

13. Dengue

Masih dilansir dari laman IDAI, jenis vaksin dengue dapat diberikan kepada anak-anak untuk cegah penyakit demam berdarah dengue (DBD). Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti.

Itu dia ketiga belas jenis vaksin anak yang perlu diketahui orangtua muda. Pesan Layanan Vaksin Anak Home Service Klinik Pintar dan dapatkan diskon untuk jenis vaksin tertentu.

Baca Juga:

Sumber:

  • IDAI. 2022. Jadwal Imunisasi Anak
  • Center for Disease Control and Prevention. 2022. Child and Adolescent Immunization Schedule.

Layanan Home Service Vaksin Anak