Skip to main
  • Blog
  • Kapan Harus Memberi Rujukan Pasien ke Dokter Lain atau Spesialis?

Kapan Harus Memberi Rujukan Pasien ke Dokter Lain atau Spesialis?

Tag: Klinik

Merujuk pasien ke dokter di klinik atau rumah sakit lainnya merupakan praktik yang umum di dunia kesehatan. Rujukan pasien ke dokter lain kadang diperlukan untuk memaksimalkan perawatan pasien atau bahkan sekadar mengetahui opsi pengobatan kedua dari tenaga medis.

Lantas, kapan harus merujuk pasien ke dokter lain atau dokter spesialis? Berikut penjelasannya.

1. Pasien Membutuhkan Perawatan Lebih Kompleks

Akan ada saat-saat di mana dokter umum tidak dapat menentukan perawatan terbaik untuk membantu kondisi pasien. Kendati demikian, jangan khawatir, ada dokter spesialis yang dapat membantu.

Memberikan rujukan ke spesialis juga dapat membantu pasien dalam mencari pendapat mengonfirmasi atau mendiagnosis kondisinya. Memberi rujukan pasien ke dokter spesialis adalah hal normal dan bertujuan memberikan penanganan terbaik bagi pasien.

2. Fasilitas di Klinik atau Rumah Sakit Belum Memadai

Tidak dimungkiri, fasilitas kesehatan seperti klinik, puskesmas, bahkan beberapa rumah sakit di daerah belum memiliki perawatan yang memadai bagi kondisi kesehatan tertentu.

Bila fasilitas di tempat praktek belum memadai, beberapa dokter biasanya akan memberikan rujukan pasien ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Memberikan rujukan ke rumah sakit yang pelayanannya lebih lengkap dapat membantu pasien mendapatkan perawatan yang lebih maksimal.

3. Pasien Ingin Pendapat Lain (Second Opinion)

Beberapa pasien ingin mendengar pendapat kedua dari dokter lain mengenai kondisi kesehatannya.

Tidak dimungkiri pula bahwa pasien ingin pilihannya terkait perawatan atau pengobatan dipahami dengan baik dengan tenaga medis. Namun, bila bertentangan atau tidak sejalan, sebagian pasien akan mencoba mencari pengobatan yang menurutnya tepat.

Hal ini umumnya wajar dan dokter dapat membantu dengan merekomendasikan dokter umum atau dokter spesialis lain yang menurut Anda lebih cocok dengan kebutuhan pasien.

4. Pasien Butuh Pelayanan yang Lebih Baik

Memberi rujukan pasien juga bisa didasari alasan ingin memberikan pelayanan yang lebih baik. Misalnya, dokter bisa mempertimbangkan jarak rumah pasien dan klinik yang jauh. Nah, merujuk pasien ke faskes lain yang lebih dekat dari rumahnya merupakan langkah yang bijak.

Selain itu, apabila bahasa yang digunakan antara dokter dan pasien berbeda, misal dokter berbahasa Indonesia namun pasien berbahasa daerah, hal ini juga dapat menjadi faktor untuk memberikan rujukan.

Pasalnya, komunikasi merupakan aspek penting bagi dokter maupun pasien dalam memahami kebutuhan perawatan dan pengobatan.

Jadi, jika dokter kesulitan untuk berkomunikasi dengan pasien, rujukan bisa menjadi solusinya.

Perhatikan Hal Ini Sebelum Memberi Rujukan

Sebelum memberikan rujukan pasien, pastikan dokter telah melakukan beberapa hal berikut:

1. Memberi Informasi Kepada Pasien

Pasien perlu tahu alasan ia dirujuk ke dokter lain dan siapa dokter yang akan menangani selanjutnya. Apabila terdapat pertanyaan, tanggapi dengan jawaban yang jujur. Dokter juga dapat menenangkan kekhawatiran pasien ketika harus pindah klinik atau ganti dokter.

2. Berbagi Informasi dengan Dokter Rujukan

Sebelum memberi rujukan pasien, ada baiknya dokter memberi tahu kepada dokter selanjutnya terlebih dahulu. Sesama dokter bisa konsultasi atau saling memberi saram terbaik. Pastikan juga apabila dokter menyetujui rujukan pasien dari Anda.

Agar rujukan pasien berjalan lancar berikan semua informasi yang relevan untuk dokter penerima menggunakan metode Situation-Background-Assessment-Recommendation (SBAR) standar.

  • Situation: Jelaskan kondisi dan gejala pasien, sertakan informasi administratif yang relevan seperti nama pasien, dokter yang merujuk, dan unit medis.
  • Background: Menjelaskan riwayat kesehatan, diagnosis penyakit sebelumnya, info obat yang diberikan, dan setiap tanggal perawatan yang diterima pasien.
  • Assessment: Berikan info lengkap yang dokter catat selama pemeriksaan dan pengobatan pasien. Ini termasuk hasil tes dan diagnosis awal (bila punya).
  • Recommendation: Berikan alasan mengapa rujukan ini perlu dilakukan oleh dokter penerima. Jelaskan pula ekspektasi perawatan dan pengobatan supaya rujukan berhasil.

Jangan lupa untuk menyertakan dua dokumen penting dalam memberikan rujukan pasien, yakni formulir dan daftar rujukan. Formulir rujukan mencakup semua informasi penting yang dibutuhkan dokter penerima untuk memfasilitasi perawatan pasien.

Baca Juga:

Sumber:

  • Jotform. 2022. How to refer a patient to another doctor.
  • Healthwise. 2022. When To Refer A Patient To A Specialist
  • PatientPop. 2022. When and how to refer patients to a fellow physician

Layanan Terkait

Lihat Semua
Telekonsultasi Spesialis via Video Call

Telekonsultasi Spesialis via Video Call

Mulai dari

Rp 181.000