Skip to main

Tanda Kerusakan Saraf yang Perlu Diwaspadai

Tahukah Anda bahwa tubuh memiliki bermil-mil sel saraf? Ya, saraf adalah bagian penting dari tubuh yang membantu kita untuk berpikir, bergerak, dan merasakan. Tak hanya itu, sel-sel saraf juga bertanggung jawab untuk membawa pesan dari otak ke seluruh tubuh. Tanpa saraf, kita tidak akan dapat melakukan banyak hal, seperti berbicara, berjalan, atau bahkan bernapas.

Saraf juga penting dalam membantu kita memproses informasi dari seluruh indera. Mengingat saraf memiliki peran penting, tentu kita tak boleh mengabaikan tanda-tanda kerusakan atau penyakit saraf.

Anda mungkin tidak menyadari bahwa beberapa gejala kecil yang membuat tidak nyaman, seperti kesemutan di kaki atau tangan dan munculnya sensasi rasa terbakar pada bagian tertentu sebenarnya bisa menjadi tanda kerusakan saraf.

Meski begitu, kabar baiknya adalah gejala penyakit saraf dapat ditangani, asalkan Anda telah mendapatkan diagnosis terlebih dahulu agar nantinya dokter saraf bisa melakukan pengobatan yang tepat

Bagaimana Kerusakan Saraf Terjadi?

dr. Nadia Devianca, Sp. N, dokter spesialis saraf dari Klinik Saraf Neuro Care menjelaskan bahwa kerusakan saraf bisa terjadi akibat banyak hal, namun yang pasti kerusakan saraf dapat terjadi setelah terjadinya cedera apa pun pada tubuh hingga melukai saraf.

Kondisi kerusakan saraf ini bisa disebabkan karena trauma atau kompresi (jepitan), karena gangguan di pembuluh darah maupun aliran darah, bisa akibat autoimun, ataupun karena keganasan.

Apapun jenis kerusakannya, tentu kondisi ini membutuhkan perhatian khusus dari dokter saraf.

Tanda Kerusakan Saraf

Semua orang beresiko mengalami gangguan saraf. Karena gangguan saraf bisa terjadi pada siapa saja. Ada lebih dari 100 jenis kerusakan saraf dan setiap jenis kerusakan saraf memiliki gejala hingga pengobatan yang berbeda.

Sayangnya, karena kerusakan saraf dapat menunjukkan berbagai gejala dan dapat disebabkan oleh banyak hal, seringkali membuat kita kesulitan dalam mengenali gejala kerusakan saraf yang dialami.

Jadi, sebaiknya segera lakukan konsultasi ke dokter saraf apabila Anda mengalami gejala-gejala berikut:

1. Mati rasa

Pernahkah Anda merasakan mati rasa pada tangan, kaki, atau bagian tubuh lainnya? Dalam beberapa kasus, mati rasa merupakan keluhan yang muncul sesaat dan gejalanya mungkin hanya bersifat sementara dan tak perlu dikhawatirkan.

Namun apabila Anda mengalami sensasi mati rasa selama beberapa kali dan gejalanya berkepanjangan, Anda perlu mencurigainya karena ini bisa menjadi pertanda bahwa saraf Anda mengalami kerusakan.

Ketika terdapat saraf yang rusak, saraf tidak dapat lagi mengirimkan sinyal dengan benar ke otak hingga menyebabkan hilangnya sensasi di area yang terkena. Bahkan jika kerusakannya parah, kondisi ini bisa menyebabkan mati rasa permanen.

Oleh karena itu, jangan abaikan gejala mati rasa yang berkelanjutan dan segeralah temui dokter saraf untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

2. Kesemutan

Kesemutan merupakan kondisi yang sangat umum terjadi. Anda pun pasti pernah mengalaminya. Kesemutan atau dalam istilah medisnya parestesia merupakan kondisi yang menyebabkan rasa kebas atau mati rasa yang disertai sensasi seperti tertusuk jarum.

Penyebab kesemutan pun beragam dan mayoritas gejalanya dapat hilang dengan sendirinya. Meski begitu, Anda tak boleh menyepelekan gejala kesemutan. Sebab, kesemutan bisa menjadi tanda adanya gangguan saraf.

3. Muncul Sensasi Terbakar

Tak hanya kesemutan, munculnya sensasi terbakar juga bisa Anda rasakan ketika salah satu saraf Anda mengalami gangguan. Sciatica merupakan salah satu gangguan saraf yang paling sering menyebabkan sensasi terbakar di kaki. Rasa sakit ini muncul karena adanya kerusakan saraf siatik.

Untuk mengatasi gejala sensasi terbakar pada area tubuh manapun, diperlukan diagnosis terlebih dahulu oleh dokter saraf guna melihat tingkat keparahan cedera atau kondisi gangguan saraf.

4. Kelemahan Otot

Banyak orang yang mengalami gangguan saraf dalam jangka waktu yang lama namun mereka justru tidak menyadarinya. Kondisi ini bisa saja terjadi pada beberapa orang karena memang sejumlah kasus kerusakan saraf hanya menimbulkan gejala ringan atau bahkan tidak menimbulkan gejala.

Selain kesemutan, kelemahan otot juga seringkali menjadi gejala awal kerusakan saraf yang paling sering diabaikan.

Hal ini bisa terjadi karena kita kerap kali menganggap bahwa kelemahan otot merupakan tanda tubuh sedang mengalami kelelahan dan hanya membutuhkan istirahat saja.

Padahal, kelemahan otot menjadi salah satu gejala penyakit saraf yang tak boleh diabaikan dan memerlukan intervensi medis.

5. Hiperhidrosis

Pernahkah Anda mengalami kondisi mana tubuh mengeluarkan keringat berlebih tanpa alasan yang jelas? Jika iya, bisa jadi Anda mengalami hiperhidrosis. Hiperhidrosis ini bisa terjadi karena faktor kesehatan tertentu, termasuk karena gangguan saraf.

Memang hal yang normal jika tubuh mengeluarkan keringat, namun jika tubuh Anda mengeluarkan keringat secara berlebih bahkan saat Anda berada di tempat dengan suhu yang dingin sekali pun, sebaiknya jangan abaikan gejala hiperhidrosis dan segera cari tahu apa penyebabnya.

6. Hilangnya Keseimbangan

Kerusakan saraf juga bisa menimbulkan gejala berupa hilangnya keseimbangan. Hilang keseimbangan ini bisa diartikan sebagai perasaan ingin jatuh tanpa penyebab yang jelas.

Gejala hilangnya keseimbangan bisa terjadi karena adanya kerusakan saraf di area otak. Apabila terjadi kerusakan di saraf otak, beberapa fungsi tubuh pun akan ikut terganggu.

Pasalnya, otak merupakan pusat kendali susunan saraf di seluruh tubuh yang memungkinkan kita untuk berpikir, menyimpan memori, merasakan emosi, bergerak, dan beraktivitas sehari-hari.

Perlu diketahui bahwa keenam tanda kerusakan saraf ini hanya sebagian dari sejumlah gejala kerusakan saraf lainnya. Oleh karena itu, apabila menemukan gejala saraf yang menimbulkan ketidaknyamanan, sebaiknya segera lakukan konsultasi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga:

Cara Mengobati Penyakit Saraf

Kini Anda tahu bahwa gejala seperti mati rasa, kesemutan, sensasi rasa terbakar, hilangnya keseimbangan, dan hiperhidrosis merupakan beberapa gejala penyakit saraf.

Gejala kerusakan saraf ini memang seringkali sulit untuk dikenali karena beberapa jenis penyakit lain juga bisa menimbulkan gejala serupa seperti halnya gejala penyakit saraf.

Oleh karena itu, penting untuk memeriksakan gejala potensial apa pun sesegera mungkin untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Cara mengobati penyakit saraf sendiri tergantung dari entiti penyakit saraf yang diderita seseorang.

Namun dr. Nadia menjelaskan bahwa pada intinya untuk mengobati suatu penyakit pada sistem saraf, harus dilakukan anamnesis dan pemeriksaan untuk menentukan penyebabnya. Setelah diketahui penyebabnya, seorang dokter saraf akan memberikan terapi yang sesuai dengan entiti penyakitnya.

Dengan begitu, pengobatan bisa dilakukan secara medikamentosa (atau dengan obat-obatan) dan non-medikamentosa (salah satunya fisioterapi).

Tips Menurunkan Risiko Penyakit Saraf

Seluruh saraf di tubuh kita disebut dengan sistem saraf. Sama halnya dengan sistem kardiovaskular, sistem pernapasan, dan sistem pencernaan, semua sistem tersebut dapat bekerja dengan baik bila Anda menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan dengan baik.

dr. Nadia Devianca, Sp. N menyebutkan bahwa sistem saraf akan terpelihara dengan baik bila seseorang menjaga gaya hidupnya, seperti aktivitas fisik yang rutin, nutrisi dari makanan yang seimbang dan baik, tidur yang cukup dan berkualitas. Apabila Anda memiliki gejala kerusakan saraf, sebaiknya jangan hiraukan dan segera lakukan konsultasi dengan dokter saraf.

Sumber:

Nutrisense. The Warning Signs of Nerve Damage You Should Watch Out For. 14 April 2022.

Prevention. 8 Signs You Might Have Nerve Damage, According to Doctors. 11 Mei 2020

Premier Neurology Center. 8 Signs of Possible Nerve Damage.

Jadwalkan Konsultasi di Klinik