Skip to main

Waspada Stroke! Ketahui Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Dalam dunia kesehatan, stroke dikenal sebagai salah satu penyakit dengan dampak yang cukup fatal karena penyakit ini menyerang sebagian besar otak. Stroke adalah kondisi di mana pembuluh darah di otak pecah dan berdarah, atau saat ada penyumbatan suplai darah ke otak. Pecah atau penyumbatan ini lah yang mencegah darah dan oksigen mencapai jaringan otak.

Tanpa suplai darah yang stabil, sebagian sel-sel otak di area tersebut mulai mati karena tidak mendapat asupan oksigen dan nutrisi yang cukup. Kondisi ini menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik.

Perlu diketahui, stroke adalah kondisi darurat yang perlu ditangani secepatnya. Sebab, sel-sel otak dapat mati hanya dalam beberapa hitungan menit saja. Semakin cepat tindakan penanganan stroke, semakin besar kemungkinan pencegahan terjadinya komplikasi.

Jenis Stroke Berdasarkan Penyebabnya

Thumbnail 2 - Waspada Stroke.jpg

Secara umum ada 2 jenis stroke, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik terjadi akibat adanya sumbatan pembuluh darah, dan stroke hemoragik yaitu akibat pecahnya pembuluh darah

Namun di samping itu, beberapa orang dengan kasus stroke hanya mengalami gangguan aliran darah ke otak sementara, yang dikenal sebagai transient ischemic attack (TIA) di mana kondisi ini tidak menyebabkan gejala yang bertahan lama.

Dilihat dari penyebabnya, berikut jenis-jenis stroke:

1. Stroke Iskemik

Stroke iskemik adalah salah satu jenis stroke yang paling umum. Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah otak menyempit atau mengalami penyumbatan karena adanya pembekuan darah hingga menyebabkan aliran darah sangat berkurang (iskemia).

Pembuluh darah yang tersumbat atau menyempit ini disebabkan oleh beberapa hal, seperti timbunan lemak di pembuluh darah, adanya gumpalan darah, atau bisa karena adanya gumpalan darah yang terbentuk di jantung kemudian lepas dan mengalir ke otak hingga menyebabkan penyumbatan.

2. Stroke Hemoragik

Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah atau mengalami kebocoran hingga menyebabkan perdarahan. Pendarahan otak dapat terjadi akibat banyak kondisi yang memengaruhi pembuluh darah, seperti:

  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol
  • Dinding pembuluh darah yang melemah karena adanya endapan protein pada dinding pembuluh darah
  • Overtreatment dengan pengencer darah (antikoagulan)
  • Adanya tonjolan di titik lemah di dinding pembuluh darah (aneurisma)
  • Akibat trauma karena kecelakaan

3. Transient Ischemic Attack (TIA)

Transient ischemic attack seringkali dikenal sebagai ministroke, yaitu penyumbatan sementara pada aliran darah yang mengalir ke otak. Umumnya kasus TIA tidak menyebabkan kerusakan permanen karena gejala yang muncul hanya berlangsung selama beberapa menit atau bisa juga bertahan selama beberapa jam, lalu kemudian gejalanya pun mengalami perbaikan.

Baca Juga: Kenali 8 Macam Penyakit Saraf dan Gejalanya

Faktor Risiko dan Penyebab Stroke

Setiap jenis stroke memiliki potensi penyebab yang berbeda. Namun, secara umum, stroke lebih mungkin memengaruhi seseorang jika:

  • Mengalami kelebihan berat badan atau obesitas
  • Berusia 55 tahun atau lebih
  • Memiliki riwayat stroke sebelumnya atau keluarga memiliki riwayat stroke
  • Memiliki riwayat tekanan darah tinggi
  • Menderita diabetes
  • Memiliki kolesterol tinggi
  • Memiliki penyakit jantung, penyakit arteri karotis, atau penyakit pembuluh darah lainnya
  • Kurangnya olahraga atau kurang aktif bergerak
  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan
  • Merokok
  • Menggunakan obat-obatan terlarang

Gejala Stroke

dr. Fitri Abdat, Sp.S, dokter spesialis saraf dari Klinik Saraf Neuro Care mengungkapkan ada sejumlah gejala stroke yang biasanya terjadi mendadak dan kamu dapat mengenali gejala ini dengan mudah menggunakan slogan SeGeRa Ke RS, yang berarti:

  • Se (Senyum tidak simetris atau tampak mulut mencong ke salah satu sisi, tersedak, sulit menelan air minum)
  • Ge (Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba)
  • Ra (Bicara pelo/tiba-tiba tidak dapat bicara/tidak dapat mengerti kata-kata/bicara tidak nyambung)
  • Ke (Kebas atau baal, atau kesemutan separuh tubuh)
  • R (Rabun, pandangan satu mata kabur, terjadi tiba-tiba)
  • S (Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya, gangguan keseimbangan seperti terasa berputar, dan gerakan sulit dikoordinasi)

Untuk menilai gejala stroke kamu dalam kategori ringan atau berat, gejalanya bisa dilihat dengan skoring NIHSS. NIHSS ini digunakan untuk menghitung gejala stroke yang kamu alami.

Jika range nilainya 0-42, berarti kamu mengalami gejala stroke ringan. Sebab, nilai <5 lah yang disebut sebagai stroke ringan. Semakin tinggi nilai NIHSS, maka makin berat gejala strokenya.

Baca Juga:

Pengobatan Stroke

Ada sejumlah pengobatan yang akan kamu jalani ketika mengalami stroke. Obat stroke ini cenderung berbeda sesuai dengan kondisi yang kamu alami. dr. Fitri Abdat, Sp.S, menjelaskan bahwa pengobatan untuk stroke dibagi menjadi fase subakut (<6 jam), fase akut (baru kena stroke), dan fase pasca.

Pada fase subakut, apabila terjadi stroke penyumbatan, biasanya pengobatan dilakukan untuk meluruhkan segala sumbatan.

Obat stroke pada fase ini bisa menggunakan obat alteplase (dilakukan trombolisis) atau bisa juga dilakukan pengambilan langsung sumbatannya (trombektomi, dilakukan di kamar operasi).

Pada fase akut, kamu akan mendapatkan perawatan di RS. Tujuannya, untuk berjaga-jaga apabila terjadi perberatan gejala strokenya. Selama perawatan, pasien juga akan mendapatkan pemeriksaan untuk mengetahui faktor risiko yang menjadi penyebab stroke.

Untuk mengetahui faktor risiko stroke, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan Transcranial Doppler (TCD), cek darah, konsultasi jantung, dan beberapa pemeriksaan lainnya.

Sedangkan pada fase pasca, pengobatan stroke berupa terapi yang berfokus pada pencegahan stroke berulang dan pemulihan. Ada sejumlah terapi yang akan dilakukan pada fase pasca ini, termasuk dengan fisioterapi dan Transcranial Magnetic Stimulation (TMS). Apabila pasien memiliki riwayat hipertensi, tentu dokter juga akan memantau tekanan darah sang pasien.

Itu dia fakta seputar gejala, penyebab, dan pengobatan stroke. Apabila kamu mengalami gejala stroke secara mendadak, jangan menunda untuk melakukan pemeriksaan ya!

Sumber:

Mayo Clinic. Stroke.

Cleveland Clinic. Stroke.

Healthline. Everything You Need to Know About Stroke. 9 November 2021.

Medical News Today: Stroke: Causes, Symptoms, Diagnosis, and Treatment. 6 Januari 2023.

Jadwalkan Konsultasi di Klinik